Perpustakaan & Arsip
Perpustakaan Cerdas

Self-checkout dalam hitungan detik. Pengembalian 24/7. Buku yang salah tempat ditemukan dalam hitungan menit, bukan jam.

98%
Tingkat Adopsi Self-Checkout
50%
Pengurangan Biaya Staf Sirkulasi
100rb+
Item Diinventarisasi dalam 1 Hari
Masalah

Melampaui Barcode

Libraries are community hubs, but librarians often feel like warehouse workers. Hours are spent manually checking books in and out, sorting returns, and searching for mis-shelved items using line-of-sight barcode scanners.

Patrons want convenience. They want to grab a book and go, or return it 24/7 without waiting in line. Traditional EM security strips protect against theft but offer no inventory intelligence.

The result is a friction-filled experience where staff are buried in administrative tasks instead of engaging with the community.

Masalah Utama

Regangan Berulang

Pemindaian manual ribuan buku menyebabkan cedera regangan berulang (RSI) bagi staf.

Inventaris yang Hilang

Buku yang salah rak adalah buku yang hilang. Tanpa RFID, menemukan buku yang diletakkan di rak yang salah adalah pencarian jarum-dalam-tumpukan jerami.

Antrean

Waktu puncak menciptakan antrean panjang di meja sirkulasi, membuat pelanggan frustrasi.

Pendekatan Kami

Ketuk, Jatuhkan, Selesai

Ketuk, Jatuhkan, Selesai

Nextwaves brings the library into the modern age with HF/NFC and UHF RFID solutions. We insert a thin, invisible RFID tag into the spine or cover of every book.

Self-Checkout Kiosks allow patrons to stack 5-10 books at once on the pad. The system reads them all instantly, deactivates the security bit, and prints a receipt in seconds.

Smart Return Chutes (AMH) accept books 24/7. As the book slides down the chute, it is scanned, checked in, and even automatically sorted into bins for re-shelving. Staff can use handheld wands to sweep shelves, instantly finding lost books and verifying order.

Apa yang Anda Dapatkan

ROI Komunitas

01

Layanan Mandiri

Berdayakan pelanggan untuk melakukan checkout dan mengembalikan barang secara instan, mengurangi antrean.

02

Inventaris Cerdas

Temukan buku yang salah letak dalam hitungan detik hanya dengan berjalan menyusuri lorong dengan tongkat.

03

Pengembalian 24/7

Pengembalian buku otomatis memperbarui akun pelanggan segera.

04

Kebebasan Staf

Pustakawan beralih dari 'pengurus buku' menjadi 'spesialis informasi'.

Studi Kasus
Studi Kasus: Perpustakaan Kota Modern

Sebuah perpustakaan pusat baru ingin dibuka dengan model sirkulasi 'tanpa staf' untuk memaksimalkan anggaran untuk program komunitas.

Bicara dengan teknisi
98%
Tingkat Adopsi Self-Checkout
50%
Pengurangan Biaya Staf Sirkulasi
100rb+
Item Diinventarisasi dalam 1 Hari
Cara Kerja

Migrasi yang Tidak Mengganggu Pengguna

01

We adhere to the ISO 28560 standard for RFID in libraries. This ensures interoperability between different library systems.

02

We typically recommend HF (13.56 MHz) for public libraries due to its precision and privacy, but UHF is gaining traction for large academic archives requiring high-speed inventory. Our 'Hybrid Tags' can support both legacy barcode and new RFID systems simultaneously during transition.

Langkah Selanjutnya

Perpustakaan yang Tidak Pernah Tutup

RFID enables the 'Open Library' concept, allowing registered patrons to access the library during unstaffed hours using their RFID member card and the self-service infrastructure.

Balik halaman.

Ciptakan pengalaman modern yang mulus bagi pelanggan Anda.