Agentic AI dan Smart Checkout: Tren Utama dari Big Show

Nextwaves Team··9 menit baca
Agentic AI dan Smart Checkout: Tren Utama dari Big Show

Setelah NRF 2026 usai, terlihat jelas bahwa gabungan teknologi ritel canggih dan sistem otonom sedang mengubah total pengalaman belanja pelanggan. Acara besar tahun ini tidak lagi sekadar bahas otomatisasi biasa, tapi menonjolkan bagaimana Agentic AI dan solusi smart checkout tanpa hambatan menjadi penggerak efisiensi operasional masa depan. Mari kita bedah poin-poin penting dari New York yang kini menjadi standar baru dunia perdagangan.

Era Baru Agentic AI di Dunia Ritel

NRF 2026 menjadi titik balik teknologi ritel. Industri kini sudah beranjak dari sekadar eksperimen teks AI seperti tahun-tahun lalu. Fokus utamanya sekarang adalah Agentic AI. Sistem otonom ini tidak cuma merangkum informasi, tapi bisa menjalankan alur kerja yang rumit dan bertahap untuk membantu konsumen maupun karyawan.

Dari Sekadar Chatbot Menjadi Aksi Nyata

Generative AI membuat konten, tapi Agentic AI memberikan hasil nyata. Perbedaan inilah yang jadi topik utama di Javits Center. Anda kini menghadapi pasar di mana perangkat lunak bertindak sebagai perwakilan konsumen. Agen-agen ini menangani seluruh proses pembelian dari awal sampai akhir tanpa perlu bantuan manusia.

Para pemain besar industri memperkuat tren ini dengan pengumuman infrastruktur penting:

  • Universal Commerce Protocol (UCP): Google, Walmart, dan Shopify meluncurkan standar open-source ini pada 11 Januari 2026. UCP memungkinkan agen AI untuk menjelajahi katalog, membandingkan pilihan, dan menyelesaikan transaksi di berbagai platform berbeda.
  • Microsoft Copilot Checkout: Alat ini bisa melakukan pembelian sekali klik langsung di dalam obrolan. Jadi, pembeli tidak perlu repot pindah ke halaman pembayaran terpisah.
  • Agentic Storefronts: Shopify memperkenalkan dashboard terpusat untuk mengatur bagaimana sebuah brand muncul di hadapan agen AI pada platform seperti Perplexity dan ChatGPT.

Munculnya Digital Concierge

Pelanggan Anda sekarang mulai menyerahkan tugas belanja mereka kepada AI. Digital concierge ini paham niat dan konteks belanja. Mereka bekerja seperti asisten belanja pribadi dengan ingatan dan kemampuan proses data tanpa batas. Ralph Lauren memamerkan "Ask Ralph," asisten gaya yang bisa memadupadankan pakaian dan memasukkannya ke keranjang belanja hanya berdasarkan perintah singkat dari pengguna.

Strategy Software juga menunjukkan penggunaan teknologi ini untuk internal perusahaan. Platform mereka memungkinkan tim merchandising memasang asisten AI hanya dalam waktu kurang dari 15 menit. Agen internal ini bisa mengecek data bisnis dan membuat laporan performa secara otomatis.

Menata Data untuk Pelanggan Mesin

Agentic AI butuh perubahan mendasar dalam strategi data. Anda harus menata data produk agar mudah dibaca oleh mesin. Deskripsi yang hanya enak dibaca manusia tidak cukup bagi agen otonom. Deloitte menyebutkan bahwa kurangnya katalog data yang bisa dibaca mesin menjadi hambatan utama dalam adopsi teknologi ini.

Agen AI sangat bergantung pada input yang presisi agar bisa bekerja efektif. Anda perlu memprioritaskan atribut data berikut:

  • Definisi Standar: Gunakan istilah yang konsisten untuk atribut produk agar agen AI bisa mengelompokkan barang dengan benar.
  • Stok Real-Time: Agen butuh data stok yang akurat agar bisa menjamin ketersediaan barang. Solusi RFID dari Nextwaves Industries memberikan visibilitas tingkat barang yang diperlukan untuk menyuplai data akurat ke sistem ini.
  • Kejelasan Semantik: Susun logika data untuk algoritma, bukan sekadar tampilan visual yang cantik untuk mata manusia.

Ritel yang mengabaikan perubahan ini berisiko tidak terlihat. Jika agen AI tidak bisa membaca data Anda, mereka tidak akan merekomendasikan produk Anda kepada pembeli.

Universal Commerce Protocol: Tulang Punggung Perdagangan AI

Menetapkan Standar Baru

Universal Commerce Protocol (UCP) menjadi fondasi teknis bagi agentic AI. Google mengumumkan standar open-source ini pada 11 Januari 2026. Para pemimpin industri seperti Shopify, Etsy, Wayfair, Target, dan Walmart ikut mengembangkan protokol ini. Peran UCP bagi perdagangan mirip seperti peran SMTP bagi email; ia menciptakan bahasa universal untuk semua transaksi.

E-commerce saat ini masih terkotak-kotak di platform masing-masing. Anda harus buka situs, cari barang, lalu beli. UCP mendesentralisasi proses ini. Protokol ini mengizinkan agen AI untuk mencari, menilai, dan membeli produk dari berbagai toko berbeda tanpa campur tangan manusia. Anda tidak perlu lagi punya akun di setiap platform untuk setiap transaksi.

Infrastruktur 'Beli di Mana Saja'

UCP menghapus ketergantungan pada satu platform saja. Agen AI bisa menyelesaikan transaksi langsung di dalam antarmuka seperti Google Search AI Mode atau aplikasi Gemini. Konsumen tetap berada dalam percakapan, sementara agen AI yang mengurus logistik di balik layar.

Standar Protokol Perdagangan Universal

Agentic AI butuh infrastruktur standar agar bisa berkembang luas. Sistem tertutup menghalangi agen otonom untuk mengakses stok barang global secara efektif. Universal Commerce Protocol (UCP) hadir untuk mengatasi perpecahan ini. Google mengumumkan standar terbuka ini pada 11 Januari 2026, bekerja sama dengan Shopify, Etsy, Wayfair, Target, dan Walmart.

UCP berfungsi sebagai bahasa universal untuk data transaksi. Agen AI menggunakan UCP untuk melihat katalog, cek stok real-time, dan menyelesaikan pesanan di berbagai sistem toko yang berbeda. Protokol ini menghilangkan kebutuhan integrasi manual antara setiap agen AI dengan setiap toko ritel.

Mendesentralisasi Titik Penjualan

UCP memungkinkan arsitektur "beli di mana saja" tanpa terikat satu platform. Anda tidak lagi harus memaksa pelanggan mengunjungi URL tertentu untuk belanja. Pembelian bisa terjadi langsung di dalam antarmuka AI tempat ide belanja itu muncul.

Beberapa ritel besar menunjukkan perubahan ini di NRF 2026:

  • Walmart dan Gemini: Walmart memamerkan integrasi langsung di mana pengguna bisa mencari dan membeli produk di dalam aplikasi Gemini tanpa harus keluar dari chat.
  • Salesforce Agentforce: Salesforce mengumumkan dukungan untuk UCP, yang memungkinkan toko untuk menampilkan stok barang mereka kepada pembeli AI secara otomatis.
  • Mode AI Google Search: Transaksi terjadi langsung di hasil pencarian, tanpa perlu masuk ke halaman toko online biasa.
  • Kepercayaan dan Pembayaran Otomatis

    Belanja otomatis butuh keamanan yang kuat. Anda harus memastikan agen punya izin untuk memakai dana. Dompet digital yang digabung dengan kredensial terverifikasi bertugas mengelola lapisan kepercayaan ini. Kredensial ini menyimpan izin khusus, batas belanja, dan kategori apa saja yang boleh dibeli oleh agen AI.

    Mastercard meluncurkan "Agent Pay" untuk mengamankan interaksi ini. Teknologi ini membuat jalur pembayaran khusus untuk AI. Ini memastikan agen hanya melakukan transaksi sesuai batasan yang sudah diatur oleh pemiliknya. Cara ini mencegah belanja tanpa izin dan mengamankan kesepakatan antara pembeli AI dan penjual.

    Kebutuhan Data

    UCP tidak akan jalan tanpa data yang akurat. Agen AI tidak bisa membeli stok barang yang tidak bisa dikonfirmasi keberadaannya. Nextwaves Industries mendukung infrastruktur ini lewat pelacakan RFID yang presisi. Solusi UHF RFID kami memastikan jumlah stok fisik Anda cocok dengan data digital yang disiarkan lewat UCP. Anda bisa mencegah kegagalan transaksi AI dengan menjaga akurasi stok barang secara mutlak.

    Smart Checkout dan Pengalaman Toko Hybrid

    Toko fisik sekarang bersaing langsung dengan kecepatan e-commerce. Pelanggan Anda ingin kemudahan belanja sekali klik seperti di online saat mereka berada di dalam toko fisik. Kebutuhan ini mendorong penggunaan teknologi toko hybrid yang menghapus antrean dan mengotomatiskan proses transaksi.

    UHF RFID: Dari Gudang ke Kasir

    Radio Frequency Identification (RFID) dulunya hanya dipakai untuk manajemen stok. Sekarang, teknologi ini menjadi motor penggerak kasir tercepat yang ada. Berbeda dengan barcode, UHF RFID tidak butuh pemindaian satu per satu secara langsung. Alat pembaca bisa memindai seluruh isi keranjang belanjaan yang sudah ditempel tag secara bersamaan. Kemampuan ini memangkas waktu transaksi dari hitungan menit menjadi detik.

    Nextwaves Industries mendukung transisi ini dengan antena dan pembaca UHF berperforma tinggi yang dirancang untuk lingkungan padat. Anda bisa mencapai tingkat akurasi 99% tanpa perlu bongkar muat manual. Teknologi ini memungkinkan sistem "langsung jalan keluar" tanpa perlu khawatir soal privasi seperti pada pemindaian biometrik.

    Computer Vision dan Pencegahan Kerugian

    Area kasir mandiri sering kali mengalami tingkat kehilangan barang yang tinggi atau kesalahan pengguna. Computer vision (CV) mengatasi masalah ini dengan memvalidasi barang secara real-time. Kamera melacak pergerakan produk dan mencocokkan data visual dengan catatan transaksi. Ini mencegah penukaran label harga atau barang yang lupa dipindai.

    Inovasi yang dipamerkan di NRF 2026 menunjukkan betapa matangnya teknologi ini:

    • Zebra Technologies dan Edgify: Vendor ini mendemonstrasikan pemindai yang bisa mengenali visual produk secara instan. Sistem ini mengenali barang tanpa barcode, sehingga mempercepat proses untuk produk segar dan barang grosir.
    • Voyix: Fitur "Picklist Assist" mereka memakai AI untuk mengenali barang tanpa barcode. Sistem akan memunculkan pilihan barang yang tepat di layar, jadi pelanggan tidak perlu repot mencari di menu.

    Sistem ini mengurangi hambatan bagi pembeli sekaligus melindungi keuntungan Anda. Anda mendapatkan pantauan mendalam atas setiap kejadian kehilangan saat itu juga.

    Beralih ke POS Mobile Berbasis Cloud

    Mesin kasir (POS) statis memakan banyak ruang toko yang berharga. Kini, peritel mengganti meja kasir kaku tersebut dengan solusi mobile berbasis cloud. Karyawan bisa membawa alat kasir ke mana saja. Mereka bisa membantu pembeli dan menyelesaikan transaksi di titik mana pun dalam toko.

    Arsitektur cloud memusatkan data dari interaksi mobile ini. Anda bisa mengakses laporan performa toko, level stok, dan preferensi pelanggan secara real-time. Mobilitas ini membuat staf Anda bisa lebih fokus melayani pelanggan daripada sibuk dengan urusan administrasi di balik meja kasir.

    Langkah Praktis untuk Implementasi:

    • Audit tingkat kehilangan barang Anda di area kasir mandiri saat ini.
    • Uji coba pemasangan tag UHF RFID pada kategori barang dengan margin tinggi terlebih dahulu.
    • Gunakan unit POS mobile untuk menangani lonjakan pengunjung tanpa harus membuka jalur kasir baru.
    • Integrasikan solusi RFID Nextwaves untuk memastikan keandalan perangkat keras di titik pembayaran.

    Kesimpulan: Bersiap Menghadapi Pelanggan Mesin

    Agen AI, Universal Commerce Protocol (UCP), dan perangkat keras pintar bergabung membentuk mesin perdagangan yang terpadu. Agen otomatis melakukan pembelian langsung melalui UCP. Validasi fisik terjadi seketika lewat sistem computer vision dan RFID. Integrasi ini menghapus jarak antara pesanan digital dan pemenuhan fisik. Anda mendapatkan visibilitas menyeluruh dengan menghubungkan teknologi-teknologi ini.

    Garis Waktu Adopsi dan Urgensi

    Adopsi industri semakin cepat. Pemain besar sudah mulai memakai sistem ini sekarang untuk menguasai pasar lebih awal. Anda harus menyadari betapa cepatnya transisi ini terjadi.

    • Walmart dan Salesforce mendukung penuh penggunaan UCP.
    • SAP akan merilis Storefront MCP Server pada kuartal kedua 2026.
    • Mastercard menetapkan standar "Agent Pay" untuk transaksi AI yang aman.
    • Ralph Lauren sudah mulai memakai agen gaya berbasis percakapan saat ini.

    Adopsi sedang berlangsung. Anda berisiko ketinggalan zaman jika menunda implementasi lebih dari tahun 2026.

    Hambatan Data

    Deloitte menyebutkan bahwa kualitas data adalah hambatan utama. Agen AI akan gagal jika tidak ada katalog data yang bisa dibaca mesin. Atribut produk, jumlah stok, dan harga Anda harus presisi. Agen akan mengabaikan data yang tidak terstruktur atau tidak akurat. Anda akan kehilangan penjualan jika data Anda tidak lolos pemeriksaan mesin.

    Rencana Aksi

    Segera siapkan infrastruktur Anda untuk melayani pelanggan mesin. Ikuti langkah-langkah ini untuk mengamankan posisi Anda di ekonomi berbasis agen:

    • Audit Struktur Data: Pastikan katalog produk Anda memenuhi standar UCP agar mudah dibaca oleh mesin.
    • Pasang RFID: Gunakan perangkat keras RFID Nextwaves untuk menjamin akurasi stok secara real-time. Agen AI butuh kepastian data.
    • Verifikasi Atribut: Standarkan detail produk untuk memudahkan pencarian oleh agen pencari otomatis.

    Solusi Nextwaves memberikan ketepatan operasional yang Anda butuhkan untuk perubahan ini. Siapkan bisnis Anda sekarang untuk melayani pelanggan mesin.


    Bagikan artikel ini

    Apakah artikel ini membantu?